Tampilkan postingan dengan label nasionalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasionalisme. Tampilkan semua postingan


 The Santri akan mengangkat nilai-nilai kaum santri dan tradisi pembelajaran di pondok pesantren yang berbasis kemandirian kesederhanaan, toleransi serta kecintaan terhadap tanah air.

Menurut Imam Pituduh dari NU Channel, The Santri dipersembahkan sebagai wahana untuk menginformasikan dan mengkomunikasikan keberadaan dunia santri dan pesantren yang memiliki pemahaman tentang Islam yang ramah, damai dan toleran dengan komitmen cinta tanah air, serta anti terhadap radikalisme dan terorisme.

Serta memotret kehidupan keberagamaan dan komunitas lintas iman, kemudian mempromosikannya.

Dalam trailer resmi, kisah itu berfokus pada kehidupan di sebuah pondok pesantren yang sedang mempersiapkan perayaan Hari Santri. Seorang guru menjanjikan bahwa enam orang santri terbaik akan diberangkatkan dan bekerja di Amerika Serikat.

The Santri merupakan film yang diinisiasi PBNU melalui NU Channel bekerja sama dengan sutradara Livi Zheng dan Ken Zheng dengan penata musik komposer Purwacaraka. Film ini akan dibintangi sejumlah pendatang baru seperti Azmi Askandar, Wirda Mansur, dan Veve Zulfikar.


Hasil gambar untuk film ZharfaRumah produksi Mr. Rius Production menggarap film drama religi berjudul Zharfa, yang mengangkat dua budaya Indonesia dan Malaysia.

Film yang dibintangi Kaka Azraff (Malysia), Donny Alamsyah, Betari Ayu, Shelomita, Piet Pagau, dan Anindi Zharfa itu bakal tayang pada akhir Januari 2019 mendatang di Indonesia dan Malaysia.

"Seperti kebanyakan film religi, menampilkan sisi islami yang kental. Sejak awal, film ini mengusung kolaborasi Indonesia dan Malayaia. Dua kultur berbeda bahasa berbeda tapi memiliki makna yang sama dan berbeda budaya namun satu rumpun," ujar Ario Sagantoro, Creative Produser Zharfa saat jumpa pera di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, Senin (12/11).

Ario menyebutkan, drama religi yang dikemas dalam film Zharfa berbeda, karena tak hanya berlatar belakang drama religi, film ini juga sarat akan nilai moral. Apalagi Kaka Azraff akan beradu akting dengan Donny Alamsyah, yang kerap main film laga.

"Tapi tentunya dengan kemasan menarik dan banyak gimik-gimik berbeda yang kami coba satukan menjadi tontonan yang menarik. Tentunya dengan kemampuan pemain dan kru," tambah Ario.

Zharfa bercerita mengenai kisah perjalanan hijrah seorang wanita, lengkap dengan berbagai cobaan yang dilaluinya.

Judul Zharfa sendiri diambil dari nama tokoh utama di film ini. Zharfa dikisahkan sebagai wanita yang terdampar di sebuah pesantren di pedalaman Jawa Barat. Zharfa dikirim ke pesantren tersebut lantaran kerap bertengkar dengan ayah tirinya.
Hasil gambar untuk trailer BUMI ITU BULAT

Jenis Film : Drama
Produser   : Robert Ronny, Sumarsono
Sutradara  : Ron Widodo
Penulis     : Andre Supangat, Robert Ronny
Produksi  :Inspiration Pictures
Casts       : Rayn Wijaya, Febby Rastanty, Rania Putrisari, Tissa Biani, Mathias Muchus, Aldy
                 Rialdy, Qausar Harta, Kenny Austin, Christine Hakim, Ria Irawan, Arie Kriting

SINOPSIS

Meski ber ayah kan seorang banser, Rahabi tidak bangga. Di kampus, Rahabi bersahabat dengan Markus, umat kristiani, Hitu yang bercita-cita menjadi Banser, Sayid calon novelis, dan Tiara yang juga bermasalah dengan keluarga nya. Mereka membentuk grup acapella dengan nama Rujak Acapella. Rahabi ingin Rujak acapella sukses demi membiayai kuliah kedokteran Rara, adiknya.

Jalan itu terbuka ketika Aldi, seorang producer musik menawari rekaman, dengan syarat Aisha harus bergabung di Rujak acapella. Aisha sendiri adalah mantan penyanyi remaja terkenal yang memutuskan tidak akan pernah bernyanyi lagi.

Demi mengajak Aisha bergabung, Rahabi bersedia melakukan apa saja yang diminta oleh Aisha. Keluarga dan keempat sahabat Rahabi secara perlahan tapi pasti melihat perubahan sikap Rahabi. Rahabi akhirnya harus memilih, apakah Ia harus terus mengejar impian nya dengan resiko kehilangan semua orang yang penting dalam hidupnya..
 
Sinopsis dan Trailer FIlm Yowis Ben 2, Tayang di Bioskop Hari Ini Kamis 14 Maret 2019 
Produser Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Sutradara Fajar Nugros, Bayu Skak
Penulis Bagus Bramanti
Pemeran Bayu Skak, Joshua Suherman, Brandon Salim, Tutus Thomson, Anya Geraldine, Anggika Bolsterli, Devina Aureel, Laura Theux
Tanggal edar Thursday, 14 March 2019

Sinopsis
Usai diputus Susan (Cut Meyriska), Bayu (Bayu Skak) dihadapkan pada naiknya harga kontrakan yang membuat dia, ibunya dan Cak Jon (Arief Didu) terancam diusir. Untungnya Yowis Ben populer di Malang dan jadi satu-satunya harapan Bayu menyelesaikan persoalan keuangan. Celakanya masing-masing personil menyimpan masalah. Yayan (Tutus Thomson) menikah dengan Mia (Anggika Bolsterli); krisis keluarga Nando (Brandon Salim) karena ayahnya memutuskan menikah lagi; dan Doni (Joshua Suherman) berambisi punya pacar. Bayu memecat Cak Jon, lalu mempercayakan Yowis Ben kepada Cak Jim (Timo Scheunemann), yang mengklaim dirinya sudah membesarkan banyak artis nasional. Mereka pun hijrah ke Bandung. Tapi, kredibilitas Cak Jim mencurigakan dan Bayu juga harus meluluhkan hati bapak super galak karena dia jatuh cinta dengan Asih (Anya Geraldine), putrinya.
Hasil gambar untuk film Haji Kecil
Sutradara: Furqy Tan
Produser: Yusuf Anwar
Pemain: Dhini Aminarti, Dimas Seto, Fauzi Baadila, Sandrinna Michelle
'Haji Kecil' bercerita tentang seorang gadis berusia 9 tahun bernama Kasniza (Sandrinna Michelle) yang merindukan kehadiran sang nenek di hidupnya. Ia pun mengagumi Romlah (Aty Cancer), seorang nenek yang bekerja sebagai tukang cuci di rumahnya.
Keakraban yang terjalin di antara Kasniza dan Nenek Romlah mengantarkan cucu Nenek Romlah, Dudung (Muhammad Zidan), untuk bertemu Kasniza. Dari pertemuan itu, Kasniza mengetahui jika Nenek Romlah memiliki keinginan untuk menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci.
Kasniza pun bertekad untuk membantu Nenek Romlah mewujudkan mimpinya itu. Tanpa pikir panjang, Kasniza mengajak Dudung untuk bekerja keras agar dapat mewujudkan impian Nenek Romlah.
"Lima Penjuru Masjid", Film Religi Mengandung Pesan Moral yang Dalam
Beda Sinema kalau membuat film religi memang mengandung muatan moral yang sangat luar biasa.
Pada intinya, Saya  senang dengan alur cerita 5 PM atau disingkat #5PM

Alur cerita #5PM hendak mengajak penonton untuk kembali ke Masjid.
 Jika kamu sedang senang hati, pergilah ke Masjid.
Jika kamu sedang bersedih hati, pergilah ke Masjid.
Jika kamu menghadapi masalah? Pergilah ke Masjid
Shalat, berkumpulah di Masjid. Niscaya hatimu akan damai.

Film religi ini mengisahkan lima pemuda yang galau dan kemudian menemukan semua yang dicarinya, setelah melalui proses yang cukup panjang di Masjid. Diselingi oleh humor , drama dan juga duka .

Film religi ini, mengajak kita semua untuk kembali kepada Allah SWT.

Apabila kamu mencari sebuah film yang dapat dibahas dan direnungkan seara bersama-sama, dengan pesan moral menghargai perbedaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia , maka film ini cocok untuk kamu. Enak dan cocok  ditonton bersama-sama teman pengajian, sebagai tontonan bersama setelah Shalat , untuk mengingatkan kembali hakikat manusia terhadap Allah SWT

Sayangnya , dalam film berdurasi 98 menit ini,  sangat padat hendak menceritakan kisah hidup lima sahabat bersama Bewok. Sehingga terasa alur ceritanya menjadi melebar dan harus dipikirkan terlebih dahulu lompatan scene filmnya sedang menceritakan sahabat yang mana saat gambar muncul dan mulai bercerita,

Itulah kesan yang saya tangkap , setelah selesai menonton film 5 Penjuru Masjid yang kemudian disingkat menjadi #5PM. Namun dengan jam pembuatan film yang semakin bertambah, semoga film yang dibuat berikutnya oleh Beda Sinema akan menjadi lebih bagus lagi dan banyak diputar di bioskkop .

Bagi yang ingin menonton film religi yang berbeda, dapat menjadikan film #5PM sebagai alternatif.



Sinopsis

Bewok, seorang maling kotak amal yang sudah berhasil diselamatkan oleh lima sahabat dari murkanya amukan warga. Di masjid Bewok merasa penasaran dengan banyak hal yang telah dilakukan Budi, Lukman, Abian, Gani dan Usman. Di tengah itu, ada sosok orang yang muncul serta membuat keberadaan lima sahabat dan Bewok selalu dipertanyakan.

Sutradara:Humar Hadi
Penulis:Umank Ady
Bintang Film:Zikri Daulay,Aditya Surya Pratama'Faisal Azhar Harahap,Zaky Ahmad Rivai,Alfie Affandi
Produser:Izharul Haq
Produksi:Bedasinema Pictur

Film ‘Guru Ngaji’ Siap Tayang di 2018


Momen perayaan lahirnya Nabi Muhammad dirayakan oleh umat Muslim dengan beragam cara. Salah satunya Chanex Ridhall Pictures yang merilis trailer pertama dari film drama religi berjudul ‘Guru Ngaji’ pasca momen perayaan Maulid Nabi, Selasa (5/12) melalui kanal Youtube mereka. Momen ini dianggap sangat pas dengan pesan dan semangat yang ditanamkan pada film ‘Guru Ngaji’.
Diproduseri oleh Rosa Rai Djalal yang sebelumnya menjadi Produser Film ‘Iqro: Petualangan Meraih Bintang’, trailer film ini menuturkan kisah tentang Mukri (Donny Damara) seorang guru ngaji di Desa Tempuran yang bekerja sampingan sebagai badut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sehari-hari, Mukri menjadi badut bersama Parmin (Ence Bagus), lelaki sederhana yang bercita-cita untuk membeli motor agar bisa mendapat perhatian Rahma (Andania Suri), perempuan Idamannya yang juga disukai oleh Yanto (Dodit Mulyanto).
Menurut Produser Film ‘Guru Ngaji, Rosa Rai Djalal, pihaknya sengaja merilis trailer pertama Film ‘Guru Ngaji’ pada momen perayaan Maulid Nabi terutama karena film ini erat kaitannya dengan islam serta didedikasikan bagi para Guru Ngaji di seluruh Indonesia. “Film ini mengangkat suka dan duka dalam keseharian seorang Guru Ngaji. Sebuah drama yang religius yang dibalut dengan sentuhan komedi sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Pada perayaan Maulid Nabi tahun ini, kami merilis trailer film yang kami dedikasikan untuk seluruh Guru Ngaji di Indonesia.”
“Kami ingin memotret kehidupan sehari-hari seorang guru ngaji dengan berbagai masalah yang mereka alami. Cerita yang ditampilkan dekat dengan penonton dan mungkin saja dialami oleh sebagian guru ngaji. Banyak sekali yang bisa diambil dari film ini terutama pesan moral tentang keikhlasan, istiqomah, kejujuran, persahabatan dan toleransi. Kami berharap film ‘Guru Ngaji’ bisa mendorong kita semua untuk semakin mengapresiasi para guru ngaji,” tutur Rosa.
Skenario film ‘Guru Ngaji’ ditulis oleh Alim Sudio bersama dengan Erwin, yang juga bertindak sebagai Sutradara. Aktor pendukung yang terlibat antara lain Dewi Irawan, Endah Laras, Ence Bagus, Verdi Solaiman, dan aktor cilik pendatang baru, Akinza. Film ini rencananya akan tayang di bioskop pada awal tahun 2018.

2-f91f4fec6e1158f6c5ccfad2af5c516c.jpg

instagram.com/mdpictures_official
Kamu yang senang dengan kisah romantis bakal dimanjakan dengan kehadiran film Ananta. Film yang mendapuk Michelle Ziudith sebagai pemeran utama ini akan membuatmu baper deh. Film ini berkisah tentang seorang bernama Tania, gadis cantik namun sulit bergaul dengan lingkungan sekitarnya.
Kehidupan Ananta kemudian berubah setelah bertemu cowok polos dan lugu, Ananta. Kisah cinta pertemuan dua karakter yang berbeda ini akan tersuguh manis di layar lebar. Bakal tayang berbarengan dengan Sajen 3 Mei 2018, jangan lupa bawa tissue ya, sepanjang film kamu bakal berurai air mata. 


3-94df8e4380f57da094f82e6ba3876eec.jpginstagram.com/212movies
Mendekati bulan Ramadan, film Tanah Air dibanjiri genre religi. Salah satunya yang patut untuk ditonton adalah 212 The Power of Love. Film garapan Warna Pictures ini diangkat dari kisah nyata yang berlatarkan peristiwa aksi 212 di Monumen Nasional.
Film yang dibintangi Fauzi Baadilla ini akan menghadirkan pesan-pesan moral seperti cinta kasih terhadap sesama manusia dan ke Sang Pencipta. Wah, bisa ditonton bareng keluarga besar nih. 
Film Drama Indonesiay "Kalam Kalam Langit" bercerita tentang kisah kearifan masyarakat yang berdasarkan naungan pesantren dan nilai nilai Islam yang kuat di wilayah Lombok Barat. Niat baik itu ditentang oleh ayahnya yang selalu memberi peringatan agar tidak memperjualbelikan kalam kalam Illahi demi mendapatkan popularitas di kawasan pesantren serta mendapatkan timbal balik berupa hadiah. Ja'far yang yang masih keci justru mendapatkan beasiswa dari sebuah produk yang ditawarkan pesantren.


Jafar kecil tumbuh hingga dewasa terus memperjuangkan cita cita dan cintanya. Ditengah tengah kehidupan pesantren dengan beragam karakter yang dimiliki oleh penghuninya. Santri pun juga manusia, ada saja manusia yang nyeleneh, tega menyuap untuk kepopularitasannya dan meggapai apa yang ia harapkan menjadi juara MTQ.

Review Film Kalam Kalam Langit (2016)

Film Religi Indonesia "Kalam alam Langit" merupakan film yang sangat menyentuh hati, dengan nilai religius yang terkandung didalamnya dapat membuat bagi siapa saja yang menontonnya dengan penuh khayat pasti bercucuran air mata. Perjuangan Ja'far demi meraih juara MTQ dilalui dengan banyaknya problematika masalah dan ada pihak pihak lain yang melakukan caar kotor demi meraih kemenangan.


Detail Cast and Crew Film Kalam Kalam Langit (2016)

Genre : Drama, Religi
Produser : Dian Permata Purnamasari, Asar Amar, Dhoni Ramadhan
Sutradara : Tarmizi Abka
Penulis Novel : Pipiet Senja
Penulis Skenario : Faozan Rizal
Pemain Film :

Elyzia Mulachela
Dimas Seto sebagai (Ja'far Dewasa)
Mathias Muchus sebagai (Ayah Ja'far)
Ibnu Jamil
Henidar Amroe
Herichan
Fauzan Smith
Meriza Febriani
Ade Firman Hakim

Tanggal Tayang : TBA 2016
Rumah Produksi : Putaar Films Production
MPAA : Bimbingan Orang Tua
Durasi : Menit
Language ; Indonesia
Negara : Indonesia

Image result for 3 Doa 3 Cinta.
Kisah filmnya berpusat pada tiga orang santri muda di sebuah pondok kecil di wilayah Bantul, Yogyakarta, yakni Huda (Saputra), Rian (Pratama), Syahid (Bagus). Mereka bertiga bersahabat baik serta memilikinya mimpi dan harapannya masing-masing. Huda ingin mencari ibundanya ke ibukota yang telah beberapa tahun meninggalkannya; Rian ingin melanjutkan usaha video syuting almarhum ayahnya; sementara Syahid dipusingkan dengan biaya pengobatan ayahnya yang tengah dirawat di rumah sakit. Ketiganya lalu menemukan jalannya masing-masing. Huda bertemu seorang penyanyi dangdut lokal bernama Dona Satelit (Sastrowardoyo) yang membantu mencarikan lokasi ibunya, Rian mendapat hadiah dari ibunya sebuah handycam yang ia gunakan untuk merekam keseharian mereka di pondokan, sementara Syahid yang frustasi dengan biaya pengobatan ayahnya memilih untuk bergabung bersama kelompok Islam radikal dengan skema besarnya.

Kisah filmnya sejak awal hingga akhir berjalan datar (menjemukan) tanpa adanya konflik yang berarti. Sineas tampak sekali hanya ingin menggambarkan keseharian para santri di pesantren namun tanpa adanya konflik yang menonjol menjadikan semua kisahnya menjadi serba tanggung. Tiga plot utamanya juga tidak mampu digali lebih dalam sehingga sulit untuk bersimpati dan berempati dengan tokoh-tokohnya. Masalah yang dihadapi Huda, Rian, dan Syahid dipaparkan begitu dangkal sehingga tidak memberi kesan bagi kita sebagai problem besar bagi mereka. Konflik cerita juga berjalan sendiri-sendiri, tidak berkaitan satu sama lain dengan eksekusi akhir yang terlalu mudah bahkan cenderung konyol. Tulisan (harapan) mereka di dinding belakang pesantren yang menjadi kunci plotnya juga tidak mendapatkan porsi yang memadai.

Konflik Syahid misalnya, sebenarnya berpotensi bisa digali lebih dalam namun informasi cerita dipaparkan begitu minim melalui beberapa adegan saja, yakni ayahnya yang sakit, “bule kafir” yang membeli tanah ayahnya, serta hubungan Syahid dengan kelompok Islam garis keras dengan skema besar yang tak jelas. Semuanya menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak mampu kita jawab. Syahid yang telah bulat tekadnya untuk mati syahid (mungkin niatnya meledakkan diri bersama si bule) mendadak sirna setelah semua biaya pengobatan ayahnya ditanggung si bule. Masak sih masalah hidup atau mati bisa ditinggalkan semudah ini, organisasi teroris macam apa ini? Lalu aneh sekali jika Syahid tidak mencari tahu siapa orang yang telah menolong ayahnya. Selesai masalah ayahnya, mendadak Romo kyai, Huda, Rian, serta Syahid ditangkap polisi dan dituduh sebagai teroris. Apa pula ini? Kenapa hanya mereka yang ditangkap? Siapa yang mau percaya jika polisi melakukan tindakan gegabah seperti ini tanpa penyelidikan selayaknya?

Sementara masalah-masalah lain yang muncul, seperti skandal hubungan sesama jenis, ambisi Dona, asmara putri pak kyai, dan lainnya juga hanya tampak sebagai tempelan (kadang dipaksakan) tanpa bisa menyatu dengan plot keseluruhan. Kisah asmara antara Huda dan Dona yang pastinya diharapkan penonton muncul ternyata hanya sebatas angin lalu. Seluruhnya masih menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab akibat motif serta logika cerita yang lemah.

Tidak kalah buruknya adalah pencapaian teknisnya. Satu aspek yang boleh dibilang paling buruk (kasar) adalah pencapaian editingnya. Penyisipan beberapa adegan/shot pada alur cerita yang tengah berjalan kerap tak jelas maksud dan fungsinya. Pada sebuah adegan mendadak disisipi shot ketika Dona menelpon rekannya di Jakarta untuk meminta mencarikan alamat ibunda Huda. Kenapa shot ini tidak disajikan lebih awal? Apakah ini berarti sebelumnya Dona memakai uang Huda untuk kepentingannya? Semua masih tak jelas. Pada satu adegan ketika Rian menonton layar tancap di pasar malam mendadak dipotong (crosscutting) secara kasar dengan shot pelecehan seksual seorang santri senior pada seorang santri muda. Coba apa hubungan dua shot ini? Sineas juga berulang-kali bereksperimen menggunakan teknik long take, seperti pada adegan di depan makam yang memperlihatkan empat karakter bergantian dalam satu shot. Sebuah usaha inovatif yang tampak janggal (out of tone) terlebih pada satu momen frame dibiarkan kosong beberapa saat. Coba apa bedanya jika digunakan transisi shot biasa?

Naskah yang lemah serta terlalu dangkal menjadi kunci utama kegagalan 3 Doa 3 Cinta. Naskah yang buruk juga turut memperlemah penampilan para pemainnya. Tiga pemain utamanya tampak jelas terlalu tua untuk peran mereka. Sang bintang, Dian Sastrowardoyo yang kali ini tampil beda hanya muncul sebagai pemanis belaka. Latar pondokan yang kecil dan sepi juga sama sekali tidak mampu menghadirkan suasana pesantren yang diharapkan. Pesan moral? Hhmm… Anda bisa beri komentar sendiri. Sungguh amat disayangkan mengingat para pemain serta kru yang terlibat dalam film ini adalah orang-orang yang dianggap telah mapan di industri film kita. Sebagai kata penutup, 3 Doa 3 Cinta rasanya lebih pantas dan banyak bermanfaat jika dipertontonkan (road show) untuk murid-murid pesantren tingkat dasar dan menengah. Sebagai pecinta film, penulis menganggap film ini adalah satu bentuk pembodohan penonton serta merendahkan medium film itu sendiri.
Image result for hijab 2015 movie
Kecuali Anin, tiga sahabat lain: Bia, Tata, dan Sari adalah perempuan bersuami dan berjilbab dengan gaya berbeda-beda. Bia yang bersuamikan artis dan designer memilih berjilbab fashion. Tata, isteri fotografer, menutupi rambutnya yang botak dengan turban. Sedangkan Sari yang bersuamikan Gamal, lelaki keturunan Arab kolot, membalut tubuhnya dengan jilbab syar’i. Anin memilih bebas: tidak berjilbab sekaligus tidak mau menikah. Seperti Anin, awalnya Bia, Tata dan Sari adalah perempuan mandiri. Setelah menikah, mereka menjadi isteri yang ‘Ikut Suami’. Akibatnya, Anin makin tidak mau menikah meski sudah punya pacar. Keempat perempuan itu sebetulnya berada dalam kondisi tidak berdaya dengan pilihannya. Saat arisan bersama, Gamal menyindir: ‘Semua arisan ibu-ibu sebetulnya arisan suami, karena duitnya dari suami’. Sebagai mantan aktifis perempuan, Tata tersinggung dan terusik. Tata kemudian mengajak sahabatnya untuk kembali menjadi perempuan yang ‘tidak ikut suami’. Tidak diduga Sari menyambut dengan semangat. Bia dan Anin jadi antusias. Akhirnya mereka secara diam-diam bekerja jualan fashion hijab secara daring. Bia desainernya, Sari yang mengelola keuangan, Tata dan Anin pemasarnya. Tidak diduga, bisnis mereka meningkat drastis dalam tiga bulan. Bahkan melebihi penghasilan suami mereka. Anin yang semula ragu dengan bisnis jilbab akhirnya mengakui bahwa fashion hijab adalah fenomena. Mereka berhasil membuktikan bahwa mereka bukan tipe perempuan ‘ikut suami’. Mereka mandiri dan kaya. Para suami merasa terancam, dan hubungan mereka diuji. ProduserHanung Bramantyo, Zaskia Adya Mecca, Haykal Kamil SutradaraHanung Bramantyo PenulisHanung Bramantyo, Rahabi Mandra PemeranCarissa Puteri, Zaskia Adya Mecca, Tika Bravani, Natasha Rizky, Nino Fernandez, Mike Lucock, Ananda Omesh, Dion Wiyoko, Delano Daniel, Lulung Mumtaza


Image result for Bulan Terbelah di Langit Amerika 2

SINOPSIS :
Tatkala Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasatya) berniat kembali ke Wina setelah menunaikan tugasnya, boss Hanum memberi misi baru yang hanya bisa dipecahkan oleh Hanum dan Rangga: menelusuri jejak harta karun misterius para pelaut Muslim Cina yang berlayar ke Amerika jauh sebelum Columbus.

Untuk itu Hanum dan Rangga harus terbang dari New York ke San Fransisco. Hanum pun meminta Azima Hussein (Rianti Cartwright) terlibat karena Azima memiliki sumber terpecaya untuk menemukan bukti-bukti tersebut. Tanpa mereka fahami, bahaya tengah mengincar dari pemburu harta karun.

Padahal di sisi lain, Azima dan anaknya, Sarah Hussein (Hailey Franco) tengah kalut menerima penolakan dari ibundanya (Ira Wibowo) yang belum bisa menerima keIslaman putrinya dan tidak menyadari ada rahasia dari fragmen kehidupannya.

Sementara itu, Stefan (Nino Fernandez) yang dihimpit masalah putus cinta dengan Jasmine (Hannah Al Rashid) yang tengah hamil, tertekan antara dua pilihan pahit yang harus diambil.

Perjalanan mencaru titik terang masing-masing membuat satu demi satu terpecah belah, hingga akhirnya menemukan makna setiap perjalanan tersebut dalam bingkai keajaiban Tuhan.



Nonton Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (2016) Film Subtitle Indonesia Streaming Movie Download

Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (2016)

Genre: Drama
Quality: Year: Duration: 100 MinView: 3,263 views
Hanum (Acha Septriasa) and Rangga (Abimana Aryasatya) intends to return to Vienna after performing their duties, but Hanum’s boss gives a new task: to trace the mysterious treasure of the Chinese Muslim mariner who sailed to America long before Columbus. That is why Hanum and Rangga fly to San Francisco. Hanum ask for help from Azima Hussein (Rianti Cartwright) because she has a reliable source to find the evidence. Without knowing it, the danger of treasure hunters is targeting them. On the other hand, Azima and her daughter, Sarah Hussein (Hailey Franco), is upset over the rejection of her mother (Ira Wibowo) who can not accept her daughter turn to Islam, and doe not realizes that there is a secret in part of her life. Meanwhile, Stefan (Nino Fernandez) is pressured by the breakup with Jasmine (Hannah Al Rashid) who is pregnant.
Cast:
Director:
Country:
Release:8 Dec 2016
Language:English
Sinopis Film Sang Pencerah
Muhammad Darwis (Ihsan Tarore) adalah pemuda di abad ke-19 Kauman, Yogyakarta, dan anak dari Kyai Abubakar, imam masjid dari daerah. Senang dengan campuran Islam dan mistisisme Jawa animisme, yang mengarah ke miskin pengeluaran Jawa jumlah uang yang terlalu tinggi pada upacara keagamaan, Darwis memutuskan untuk pergi pada haji ke Mekkah di Arab Saudi. Sementara di sana, ia belajar apa yang dianggapnya sebagai bentuk Islam yang sebenarnya selama periode lima tahun. 

Setelah kembali ke Yogyakarta, Darwis (sekarang dimainkan oleh Lukman Sardi) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan dan mulai memberitakan ajaran Islam bahwa doa harus datang hanya dari kedamaian batin dan tidak memerlukan hadiah besar atau korban. Konflik muncul segera antara Dahlan dan kyai lokal (tokoh agama), setelah ia menunjukkan bahwa arah di mana mereka berdoa adalah salah, tidak menunjuk ke Ka’bah di Mekah, namun ke Afrika. The kyai, terutama Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) menolak Dahlan sebagai pemimpin sekte dan memprovokasi kerumunan pengikut mereka sampai bangunan ini digunakan selain untuk rumah 

Dahlan untuk menghancurkan belajar doa. Dahlan terus berkhotbah dan mengajar, untuk membuka sekolah bagi masyarakat adat, mengajar Islam di sekolah Belanda-lari, dan membuka sebuah masjid kecil; Dia juga menikahi sepupunya, Siti Walidah. tindakannya, seperti memiliki murid-muridnya duduk di kursi bukannya tikar tradisional di lantai, yang mengarah ke Kamaludiningrat mengutuk 

Dahlan sebagai seorang kafir yang bekerja Westernalisasi dengan penduduk setempat. Meskipun oposisi terus Kamaludiningrat, Dahlan memerintah dan mempromosikan ajaran-ajarannya. Seiring dengan Walidah dan siswa Dirjo (Abdurrahman Arif), Fahrudin (Mario Irwinsyah) Hisyam (Dennis Adishwara) Sangidu (Ricky Perdana) dan Sudja (Giring Ganesha), ia mendirikan organisasi Muslim progresif Muhammadiyah, yang berkhotbah Islam tanpa pengaruh mistik Jawa. 

sinopsis film dalam trailer sang pencerah tahun 2011
Lima, Film Lima 2018, Sinopsis Lima, Review Lima, Lima Movie, Poster Lima
Sinopsis :
Film Lima bercerita tentang tiga orang anak yaitu Aryo, Fara dan Adi yang baru saja kehilangan sosok ibu tercinta, Maryam. Selain ketiga anak tersebut, ada juga sosok yang berkerja sebagai asisten rumah tangga yang juga merasa kehilangan, Ijah. Akan tetapi ketika sedang melakukan prosesi pemakaman sang ibu, ketiga anak tersebut melakukan perdebatan.

Maryam sendiri berlatar belakang seorang muslim dan beraga Islam. Sementara disisi lain hanya ada satu anak Maryam yang juga beragama Islam yaitu Fara. Setelah melalui proses perdebatan, akhirnya bisa terselesaikan dengan damai dan kondusif.

Disisi lain walaupun perdebatan sudah selesai, nampun menjalar ke masalah lainnya. Ketika berada di sekolan Adi selalu selalu meihat peristiwa yang tidak berkemanusiaan. Rasa tidak tega pun muncul dalam dirinya, ia memutuskan untuk membantu dengan catatan harus berhadapan dengan Dega.


Fara, yang berprofesi sebagai pelatih renang, ketika sekali ketika sedang memutuskan siapa saja atlet yang dikirim ke pelatihan nasional (PELATNAS) tanpa sama sekalai mempertimbangkan unsur SARA. Akan tetapi, disisi lain ia juga harus melalui rintangan dan tantangan dari pemilik klub renang tersebut. Padahal para murid yang telah diseleksi tidak pernah mempersoalkan pilihan sang pelatih dan perbedaan warna kulit.

Ayo juga harus menjadi pemimpin dalam masalah warisan, karena ia sebagai anak laki-laki dan menjadi anak tertua di keluarga tersebut. Sementara itu Ijah, sang asisten ruah tangga harus memutuskan untuk pulang kampung demi mewujudkan keadilan bagi keluarganya.

Hanya ada satu solusi yang dibutuhkan oleh Aryo, Fara, Adi, dan Ijah yaitu “PANCASILA”. Pancasila sendiri terdiri dari sila mengenai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan. Itulah sinopsis film Lima.

Penarasan dengan film yang dibuat untuk menyambut hari lahir Pancasila? Maka bagi yang penasaran, nonton film Lima hanya di bioskop terdekat di kota anda. Namun ingat, film ini dibatasi usia untuk 17 tahun ke atas atau 17+.

Anak Negeri Megalith, Poster Anak Negeri Megalith , Film Anak Negeri Megalith 2018, Sinopsis Anak Negeri Megalith , Trailer Anak Negeri Megalith , Gambar Anak Negeri Megalith




Sinopsis :

Film Anak Negeri Megalith bercerita tentang kisah kehidupan sebuah keluarga yang dihidupi oleh sepasang suami istri beserta anak-anaknya. Berbagai masalah peluk selalu menghantui kehidupan mereka. Konflik yang tidak kunjung beres, diperparah dengan keterbelakangan ekonomi, membuat hidup mereka harus dilalui dengan penuh rasa sabar.

Mereka tidak berputus asa, demi menggapai masa depan yang cerah, mereka terus berusaha dan yakin bahwa roda kehidupan itu pasti berputar. Kadang dibawah dan ada saatnya mereka berada diatas. Namun realita yang dimimpikan ternyata tidak seindah dari ekspektasi yang dibayangkan. Berbagai masalah datang menghampiri kehdiupan mereka, membuat pengorbanan menjadi sebuah hal yang tidak terhindarkan.

Sebuah Film inspiratif dengan setting Kab. Lahat Sumatera Selatan. Tentang anak anak negeri megalith dan perjuangan yang tak kenal lelah, mengalahkan seluruh cinta dan egonya. Penasaran dengan kisah lengkap filmnya? Tonton Anak Negeri Megalith hanyak di bioskop terdekat di kota anda.
Selembar Itu Berarti, Film Selembar Itu Berarti, Poster Selembar Itu Berarti, Detail Selembar Itu Berarti, Gampar Selembar Itu Berarti, Selembar Itu Berarti 2018

Sinopsis Film – Selembar Itu Berarti adalah sebuah fillm terbaru yang berasal dari indonesiad dengan genre drama. Film Selembar Itu Berarti sendiri akan disutradarai oleh seorang sutradara ternama Indonesia, bernama Dedy Arliansyah Siregar. Sementara itu, untuk naskah film akan diskenarioi oleh Dedy Arliansyah Siregar juga. Rencanan ya film arahan rumah produksi Mora Heart Productions ini akan segera dirilis perdana di seluruh bioskop indonesia pada 24 Mei 2018.

Dua nama artis yang beradu akting untuk bermain film yang diproduseri oleh Dedy Arliansyah Siregar ini, yaitu Putri Dalilah Siagian dan Raihan F Valendiaz. Film drama ini akan mengisahkan tentang perjuangan kakak beradik yatim piatu dalam meraih mimpinya. Jalan yang dilaluinya penuh dengan tantangan dan rintangan. Keterbelakangan ekonomi menjadi faktor utama penghambat mereka menggapai mimpi-mimpinya tersebut.

Pada awalnya, film Selembar Itu Berarti ini diawali oleh sebuah projek film pendek yang berdurasi 14 menit dan dirilis pada tahun 2014 lalu. Dedy Arlian Siregar yang merangkap semua dalam proses pembuatan film ini. Setidaknya ada 18 pekerjaan yang ia lakukan.

Berkat kerja kerasnya ia berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia pada tahun 2017 dengan label sebagai Perangkap Jabatan terbanyak Dalam 1 Film. Karena itu, ia berusaha untuk mengembangkan lingkupan penontonnya. Dan pada akhirnya pihak manajemen 21 Cineplex mempercayai untuk memutar film Selembar Itu Berarti di seluruh bioskop 21.

Sampai-sampai mereka harus mengumpulkan segumpalan kertas-kertas bekas sebagai media tulis mereka. Walaupun begitu mereka tetap semangat dan melalui hari-hari seperti apa adanya.

Dalam Selembar  Itu Berarti film ini mengajarkan tentang sangat pentingnya sebuah kertas. Walaupun kita bergelimangan kertas, kita harus menghargainya. Kita harus melihat diluar sana, banyak orang yang tidak mampu untuk membeli kertas. Jika kita kelebihan, maka tidak ada salahnya untuk membantu mereka.

Pemain (Cast) :
RAIHAN F VALENDIAZSEBAGAIPUTRI
Puteri Dalilah SiagianSebagaiDiaz
Yessica T SimanjuntakSebagai
Cut Indah RizkySebagai
Ratu Rizka ApriyaniSebagai
Raslinna RasyidinSebagai
Jay WijayantoSebagai
Anwar FuadySebagai
SupartiSebagai
CiphoySebagai

Nur Aisyah Nasution
Sebagai






 
Copyright © 2015 FILM INDONESIA