Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan

 Terbaru, ada film "Sayap Sayap Patah" yang wajib kamu tonton di bioskop. Film ini sudah tayang per 18 Agustus 2022 kemarin.

Film ini terinspirasi dari kisah nyata. Tepatnya peristiwa kerusuhan berdarah di Mako Brimob pada 2018.

Berkisah tentang Adji (Nicholas Saputra), petugas kepolisian yang terjebak dalam kerusuhan tersebut. Terjadi sesuatu pada Adji yang menghancurkan impian hidup bahagia bersama sang istri, Nani (Ariel Tatum) yang sedang hamil.

Judul"Sayap Sayap Patah"
Tayang18 Agustus 2022
Durasi1 jam 49 menit
SutradaraRudi Soedjarwo
PemainNicholas Saputra, Ariel Tatum, Iwa K
GenreDrama
Rating5.7/10 (IMDb)


Film Sabyan: Menjemput Mimpi merupakan film yang disutradarai oleh Amin Ishaq dan diproduksi oleh Millenia Pictures dan Max Pictures. Film ini dibintangi oleh Nissa Sabyan, Anisa Rahman, Ayus, Kamal, Tubagus Syaifulloh, Sofwan Yusuf, Dicky Chandra dan Cici Tegal. Sabyan: Menjemput Mimpi menceritakan perjuangan grup musik Sabyan menjadi grup musik popular di Indonesia. Melalui film ini bakal dikisahkan awal mula terbentuknya Sabyan dan perjuangan dari para personelnya. Baca juga: Sinopsis Film Bulan Terbelah di Langit Amerika, Kisah Pasca-Tragedi 9/11 Sabyan mulai dikenal publik lewat video musik yang melantunkan syair shalawat yang viral di YouTube. Genre musik yang dibawakan oleh grup musik ini tak biasa, tapi karena kegigihan semua anggota, mereka mencapai kesuksesan. Ditambah lagi, suara sang vokalis Nissa yang merdu dan khas, membuat Sabyan mempunyai banyak penggemar. Setelah kesuksesannya mencuri hati para penggemar, Nissa akhirnya bisa membiayai sekolahnya sendiri. Baca juga: Sinopsis Film Minions, Kisah Awal Para Minion Mencari Majikan Jahat Mimpi para personel Sabyan tak luput dari dukungan orang terkasih dan para fans setia. Layaknya sebuah grup musik yang memiliki anggota dengan pemikiran masing-masing, konflik internal maupun eksternal tidak luput dari kehidupan para personel Sabyan. Bagaimana cara mereka tetap konsisten dan bertahan sampai sekarang? Film Sabyan: Menjemput Mimpi dapat disaksikan di SCTV, Selasa (26/5/2020), pukul 17:30 WIB.



 The Santri akan mengangkat nilai-nilai kaum santri dan tradisi pembelajaran di pondok pesantren yang berbasis kemandirian kesederhanaan, toleransi serta kecintaan terhadap tanah air.

Menurut Imam Pituduh dari NU Channel, The Santri dipersembahkan sebagai wahana untuk menginformasikan dan mengkomunikasikan keberadaan dunia santri dan pesantren yang memiliki pemahaman tentang Islam yang ramah, damai dan toleran dengan komitmen cinta tanah air, serta anti terhadap radikalisme dan terorisme.

Serta memotret kehidupan keberagamaan dan komunitas lintas iman, kemudian mempromosikannya.

Dalam trailer resmi, kisah itu berfokus pada kehidupan di sebuah pondok pesantren yang sedang mempersiapkan perayaan Hari Santri. Seorang guru menjanjikan bahwa enam orang santri terbaik akan diberangkatkan dan bekerja di Amerika Serikat.

The Santri merupakan film yang diinisiasi PBNU melalui NU Channel bekerja sama dengan sutradara Livi Zheng dan Ken Zheng dengan penata musik komposer Purwacaraka. Film ini akan dibintangi sejumlah pendatang baru seperti Azmi Askandar, Wirda Mansur, dan Veve Zulfikar.



SINOPSIS
Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah.

Dengan sebuah kompas, dia menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka'bah di Mekah, melainkan ke Afrika. Usul itu kontan membuat para kiai, termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kyai Penghulu Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo), meradang. Ahmad Dahlan, anak muda yang lima tahun menimba ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau.

Walaupun usul perubahan arah kiblat ini ditolak, melalui suraunya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah. Ahmad Dahlan dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan merusak kewibawaan Keraton dan Masjid Besar.

Bukan sekali ini Ahmad Dahlan membuat para kyai naik darah.

Langgar kidul di samping rumahnya, tempat dia salat berjemaah dan mengajar mengaji, bahkan sempat hancur diamuk massa lantaran dianggap menyebarkan aliran sesat . Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda, serta mengajar agama Islam di Kweekschool atau sekolah para bangsawan di Jetis, Yogyakarta.

Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Ganesha), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adhiswara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.


Film bertema kepahlawanan, yang berkisah tentang perjuangan Indonesia melawan penjajah, telah banyak diproduksi dan diangkat ke layar lebar. Namun perjuangan kemerdekaan lewat peran kaum agamis kurang terangkat, padahal kaum ini punya andil yang sangat besar. Hal ini disampaikan Rako Prijanto, sutradara film Sang Kiai dalam jumpa pers.

Sang Kiai merupakan sebuah film kolosal produksi Rapi Film yang mengangkat kisah perjuangan ulama karismatik pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yakni K.H. Hasyim Asy'arie (kakek dari K.H. Abudrrahman Wahid/Gus Dur). Beliau adalah tokoh kunci dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan pada era 1942-1947. Lewat "Resolusi Jihad", tokoh yang dijuluki Hadratus Syeikh atau Maha Guru ini mengimbau dan mengajak para santri pejuang untuk berjihad fisabilillah melawan penjajah yang kemudian melahirkan peristiwa perang besar yang kita kenal sebagai hari Pahlawan 10 November 1945.

Dalam film Sang Kiai, Ikranegara dan Christine Hakim memerankan tokoh sentral yakni K.H.Hasyim Asy'arie dan Nyai Kapu, istrinya. Sedangkan pemeran K.H. Wahid Hasyim (anak sang Kiai, ayah dari Gus Dur) adalah Agus Kuncoro. Mereka bertiga beradu akting dengan sederet aktor muda seperti Adipati Dolken (sebagai Harun, murid kesayangan Sang Kiai), Dimas Aditya (sebagai Husyein, penerjemah yang bekerja untuk tentara Jepang), dan Meriza Febriani (berperan sebagai Sari, istri Harun).

Untuk menghasilkan film yang benar-benar menggambarkan perjuangan kemerdekaan, tim produksi menggandeng aktris asal Jepang dan Belanda, yakni Suzuki Noburo (sebagai Kumakichi Harada), dan Andrew Trigg (sebagai Brigadir Mallaby). Sedangkan Bung Tomo diperankan oleh Ahmad Fathoni dan Gus Dur kecil diperankan oleh Ahmad Zidan.

Meski berkisah tentang perang kemerdekaan dan kiprah K.H. Hasyim Asy'arie, film ini tidak seserius film dokumenter. Ada unsur komedi dan tentu saja percintaan. Unsur komedi muncul dalam adegan saat salah satu santri tidak sholat berjamaah, kemudian dia dihukum oleh sang Kiai yang mengharuskannya mencium pantat sapi.  

Kisah cinta, dituangkan dalam kisah cinta antara Harun dan Sari, juga antara Sang Kiai dengan istrinya, Nyai Kepu. Film ini juga menggambarkan kesetiaan Nyai Kepu dalam mendampingi suaminya di masa-masa sulit, sejak ditahan oleh Jepang,  mengalami siksaan, hingga akhirnya meninggal. Christine Hakim sangat menjiwai perannya sehingga ia mengaku merasakan kehadiran Nyai Kepu  di lokasi syuting, saat adegan Sang Kiai meninggal.

"Saya merasakan suasana yang haru saat itu. Apalagi sejak awal, saat saya datang ke pesantren Tebuireng dengan mengenakan kostum Nyai Kepu, para santri menyalami saya seolah-olah saya adalah Nyai Kepu," ungkap Cristine Hakim dalam jumpa pers.

Syuting film berlatar belakang tahun 1940-an ini mengambil lokasi di Kediri, Gondang, Magelang, Ambarawa, dan Semarang. Masa pengambilan gambarnya melibatkan 500 kru dan 5000 pemain. Syuting film berlangsung selama 60 hari dan penyelesaian dikerjakan selama 8 bulan. Namun, persiapannya lebih lama lagi, butuh waktu 2,5 tahun untuk proses pencarian informasi sejarah, pencarian lokasi yang sesuai, pemilihan pemain yang cocok, hingga proses perijinan kepada keluarga besar K.H. Hasyim Asy'arie.

Selain jadi "melek" sejarah, Anda juga akan terhibur oleh akting para aktror dan aktris di film ini, yang berhasil menggambarkan suasana perang kemerdekaan Indonesia tahun 1940-an. Anda akan dibuat geram oleh akting para aktor yang sukses memerankan kekejaman tentara Jepang, sekaligus  menangis haru saat jasad Harun dan K.H. Hasyim Asy'arie berada dalam pelukan istri mereka.

KALAM KALAM LANGIT


Jenis Film : Drama
Produser   : H.R. Dhoni Ramadhan, Hj. Dian Permata Purnamasari, Asad Amar
Sutradara   : Tarmizi Abka
Penulis      : Faozan Rizal
Produksi    : Putaar Films Production
Casts         :
Dimas Seto, Meriza Febriany, Ibnu Jamil, Elyzia Mulachela, Mathias Muchus, Henidar Amroe, Ade Firman Hakim


SINOPSIS

Ditentang Ayahnya yang selalu mengingatkan agar tidak memperjualbelikan kalam kalam Illahi demi popularitas dan mendapatkan hadiah, Ja'far kecil justru menerima tawaran beasiswa dari sebuah pondok pesantren.

Ternyata perjalanan cita cita Ja'far sangat berat dan berliku, dengan keadaan keluarga yang sulit, ayah sakit sakitan, Ja'far terus semangat mengejar mimpinya.

Bagaimana Ja'far kecil hingga dewasa memperjuangkan cita-cita dan Cintanya, ditengah kehidupan pondok pesantren dengan beragam karakter penghuninya. Ternyata santri pun manusia, ada saja yang nyeleneh, tega menyuap demi popularitas dan menggapai tujuannya sebagai juara MTQ.

Penasaran bagaimana Ja'far akhirnya berhasil meraih cita-cita, meskipun harus kehilangan muslimah yang di cintainya? Dan siapakan muslimah beruntung yang berhasil mendapatkan cinta Ja'far?
Hasil gambar untuk film ZharfaRumah produksi Mr. Rius Production menggarap film drama religi berjudul Zharfa, yang mengangkat dua budaya Indonesia dan Malaysia.

Film yang dibintangi Kaka Azraff (Malysia), Donny Alamsyah, Betari Ayu, Shelomita, Piet Pagau, dan Anindi Zharfa itu bakal tayang pada akhir Januari 2019 mendatang di Indonesia dan Malaysia.

"Seperti kebanyakan film religi, menampilkan sisi islami yang kental. Sejak awal, film ini mengusung kolaborasi Indonesia dan Malayaia. Dua kultur berbeda bahasa berbeda tapi memiliki makna yang sama dan berbeda budaya namun satu rumpun," ujar Ario Sagantoro, Creative Produser Zharfa saat jumpa pera di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, Senin (12/11).

Ario menyebutkan, drama religi yang dikemas dalam film Zharfa berbeda, karena tak hanya berlatar belakang drama religi, film ini juga sarat akan nilai moral. Apalagi Kaka Azraff akan beradu akting dengan Donny Alamsyah, yang kerap main film laga.

"Tapi tentunya dengan kemasan menarik dan banyak gimik-gimik berbeda yang kami coba satukan menjadi tontonan yang menarik. Tentunya dengan kemampuan pemain dan kru," tambah Ario.

Zharfa bercerita mengenai kisah perjalanan hijrah seorang wanita, lengkap dengan berbagai cobaan yang dilaluinya.

Judul Zharfa sendiri diambil dari nama tokoh utama di film ini. Zharfa dikisahkan sebagai wanita yang terdampar di sebuah pesantren di pedalaman Jawa Barat. Zharfa dikirim ke pesantren tersebut lantaran kerap bertengkar dengan ayah tirinya.
Hasil gambar untuk trailer BUMI ITU BULAT

Jenis Film : Drama
Produser   : Robert Ronny, Sumarsono
Sutradara  : Ron Widodo
Penulis     : Andre Supangat, Robert Ronny
Produksi  :Inspiration Pictures
Casts       : Rayn Wijaya, Febby Rastanty, Rania Putrisari, Tissa Biani, Mathias Muchus, Aldy
                 Rialdy, Qausar Harta, Kenny Austin, Christine Hakim, Ria Irawan, Arie Kriting

SINOPSIS

Meski ber ayah kan seorang banser, Rahabi tidak bangga. Di kampus, Rahabi bersahabat dengan Markus, umat kristiani, Hitu yang bercita-cita menjadi Banser, Sayid calon novelis, dan Tiara yang juga bermasalah dengan keluarga nya. Mereka membentuk grup acapella dengan nama Rujak Acapella. Rahabi ingin Rujak acapella sukses demi membiayai kuliah kedokteran Rara, adiknya.

Jalan itu terbuka ketika Aldi, seorang producer musik menawari rekaman, dengan syarat Aisha harus bergabung di Rujak acapella. Aisha sendiri adalah mantan penyanyi remaja terkenal yang memutuskan tidak akan pernah bernyanyi lagi.

Demi mengajak Aisha bergabung, Rahabi bersedia melakukan apa saja yang diminta oleh Aisha. Keluarga dan keempat sahabat Rahabi secara perlahan tapi pasti melihat perubahan sikap Rahabi. Rahabi akhirnya harus memilih, apakah Ia harus terus mengejar impian nya dengan resiko kehilangan semua orang yang penting dalam hidupnya..
 
Sinopsis dan Trailer FIlm Yowis Ben 2, Tayang di Bioskop Hari Ini Kamis 14 Maret 2019 
Produser Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Sutradara Fajar Nugros, Bayu Skak
Penulis Bagus Bramanti
Pemeran Bayu Skak, Joshua Suherman, Brandon Salim, Tutus Thomson, Anya Geraldine, Anggika Bolsterli, Devina Aureel, Laura Theux
Tanggal edar Thursday, 14 March 2019

Sinopsis
Usai diputus Susan (Cut Meyriska), Bayu (Bayu Skak) dihadapkan pada naiknya harga kontrakan yang membuat dia, ibunya dan Cak Jon (Arief Didu) terancam diusir. Untungnya Yowis Ben populer di Malang dan jadi satu-satunya harapan Bayu menyelesaikan persoalan keuangan. Celakanya masing-masing personil menyimpan masalah. Yayan (Tutus Thomson) menikah dengan Mia (Anggika Bolsterli); krisis keluarga Nando (Brandon Salim) karena ayahnya memutuskan menikah lagi; dan Doni (Joshua Suherman) berambisi punya pacar. Bayu memecat Cak Jon, lalu mempercayakan Yowis Ben kepada Cak Jim (Timo Scheunemann), yang mengklaim dirinya sudah membesarkan banyak artis nasional. Mereka pun hijrah ke Bandung. Tapi, kredibilitas Cak Jim mencurigakan dan Bayu juga harus meluluhkan hati bapak super galak karena dia jatuh cinta dengan Asih (Anya Geraldine), putrinya.

Synopsis:

“Guru Ngaji” bercerita tentang dilema Mukri (Donny Damara) yang selama ini ikhlas mengajar ngaji tanpa mengharap balasan materi. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Mukri terpaksa mengambil pekerjaan sampingan sebagai badut. Ini dilakukan tanpa sepengetahuan keluarganya dan segenap warga Desa Tempuran, sebab Mukri merasa guru ngaji adalah pekerjaan yang sakral dan terhormat. Bertolak belakang dengan profesinya sebagai badut yang justru memancing tertawaan orang. Suatu saat, Mukri menerima permintaan Pak Kepala Desa (Tarzan) untuk tampil memimpin doa di ulang tahun anaknya. Namun, di sisi lain, ia juga mendapat tawaran manggung menjadi badut di acara yang sama. Akankah rahasia yang selama ini Mukri simpan rapat-rapat terbongkar?

ASSALAMUALAIKUM CALON IMAM
Jenis Film : Drama

Produser : Santi Muzhar

Sutradara : Findo Purwono Hw

Penulis : Oka Aurora

Produksi : Prized Productions, Vinski Production

Durasi : 93 menit

Pemain :
Natasha Rizky, Miller Khan, Andi Arsyil, Merdi Octav, Keke Soeryo, Le Roy Osmany, Rheina Ipeh

Sinopsis :


TRAUMA masa kecil karena ditinggal ayahnya membuat Fisya (Natasha Rizki) sulit percaya pada laki-laki. Namun sejak kecil, ia menyimpan rasa untuk JIDAN (Andi Arsyil ), tetangga lamanya. Ia selalu berharap dilamar Jidan. Tapi Jidan malah melamar SALSYA (Merdi Octav), kakak Fisya, yang seorang dokter. Fisya patah hati tapi tak mau bilang apa-apa. Fisya tahu ia tak mungkin menyakiti kakaknya.

Tak sengaja Fisya bertemu ALIF (Miller Khan) dalam sebuah kecelakaan. Fisya berusaha menyelamatkan seorang gadis kecil yang menjadi korban, tapi Alif yang ternyata seorang dokter berusaha mengambil alih niat baik Fisya. Tanpa Fisya sadari ponselnya terbawa Alif. Mau tak mau pertemuan mereka tak bisa dihindari. Apalagi ketika ia tahu kalau Alif mendadak menjadi salah satu dosen pengganti di kampusnya.

Imej Alif sebagai dokter berkarakter dingin dan tegas selalu membayangi Fisya dan itu membuatnya kesal. Tak jarang, Alif sering membuat Fisya malu di hadapan teman-temannya. Perjumpaan berkali-kali secara tak sengaja ternyata membuat Alif jatuh cinta kepada Fisya. Namun, ia simpan dalam-dalam perasaannya karena ia tahu Fisya masih mencintai Jidan.

Sampai suatu saat dalam kondisi ayah Fisya sakit keras, ayahnya berkata pada Fisya bahwa Alif telah datang untuk melamar Fisya. Fisya dilema. Apakah ia harus menerima Alif demi kebahagiaan ayahnya atau tetap memelihara perasaaan cintanya kepada Jidan yang selama ini ia cintai?

Film ‘Guru Ngaji’ Siap Tayang di 2018


Momen perayaan lahirnya Nabi Muhammad dirayakan oleh umat Muslim dengan beragam cara. Salah satunya Chanex Ridhall Pictures yang merilis trailer pertama dari film drama religi berjudul ‘Guru Ngaji’ pasca momen perayaan Maulid Nabi, Selasa (5/12) melalui kanal Youtube mereka. Momen ini dianggap sangat pas dengan pesan dan semangat yang ditanamkan pada film ‘Guru Ngaji’.
Diproduseri oleh Rosa Rai Djalal yang sebelumnya menjadi Produser Film ‘Iqro: Petualangan Meraih Bintang’, trailer film ini menuturkan kisah tentang Mukri (Donny Damara) seorang guru ngaji di Desa Tempuran yang bekerja sampingan sebagai badut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sehari-hari, Mukri menjadi badut bersama Parmin (Ence Bagus), lelaki sederhana yang bercita-cita untuk membeli motor agar bisa mendapat perhatian Rahma (Andania Suri), perempuan Idamannya yang juga disukai oleh Yanto (Dodit Mulyanto).
Menurut Produser Film ‘Guru Ngaji, Rosa Rai Djalal, pihaknya sengaja merilis trailer pertama Film ‘Guru Ngaji’ pada momen perayaan Maulid Nabi terutama karena film ini erat kaitannya dengan islam serta didedikasikan bagi para Guru Ngaji di seluruh Indonesia. “Film ini mengangkat suka dan duka dalam keseharian seorang Guru Ngaji. Sebuah drama yang religius yang dibalut dengan sentuhan komedi sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Pada perayaan Maulid Nabi tahun ini, kami merilis trailer film yang kami dedikasikan untuk seluruh Guru Ngaji di Indonesia.”
“Kami ingin memotret kehidupan sehari-hari seorang guru ngaji dengan berbagai masalah yang mereka alami. Cerita yang ditampilkan dekat dengan penonton dan mungkin saja dialami oleh sebagian guru ngaji. Banyak sekali yang bisa diambil dari film ini terutama pesan moral tentang keikhlasan, istiqomah, kejujuran, persahabatan dan toleransi. Kami berharap film ‘Guru Ngaji’ bisa mendorong kita semua untuk semakin mengapresiasi para guru ngaji,” tutur Rosa.
Skenario film ‘Guru Ngaji’ ditulis oleh Alim Sudio bersama dengan Erwin, yang juga bertindak sebagai Sutradara. Aktor pendukung yang terlibat antara lain Dewi Irawan, Endah Laras, Ence Bagus, Verdi Solaiman, dan aktor cilik pendatang baru, Akinza. Film ini rencananya akan tayang di bioskop pada awal tahun 2018.

1-99c451f0c6cd21e3a6cdc858d1ad0605.jpginstagram.com/filmsajen
Awal bulan akan dibuka dengan film horor lho yang berjudul Sajen. Film horor satu ini tentu cukup dinanti-nantikan. Bercerita tentang desas desus kebiasaan memberikan sajen kepada arwah siswa di salah satu sekolah menengah atas yang membuat para siswa penasaran.
Film garapan Hanny R. Saputra ini siap membuat bulu kudukmu berdiri. Diperankan artis-artis muda yang sedang naik daun, seperti Amanda Manopo dan Angga Yunanda. Seberapa menyeramkan film yang rilis 3 Mei 2018 ini? Buktikan langsung di bioskop deh.




3-94df8e4380f57da094f82e6ba3876eec.jpginstagram.com/212movies
Mendekati bulan Ramadan, film Tanah Air dibanjiri genre religi. Salah satunya yang patut untuk ditonton adalah 212 The Power of Love. Film garapan Warna Pictures ini diangkat dari kisah nyata yang berlatarkan peristiwa aksi 212 di Monumen Nasional.
Film yang dibintangi Fauzi Baadilla ini akan menghadirkan pesan-pesan moral seperti cinta kasih terhadap sesama manusia dan ke Sang Pencipta. Wah, bisa ditonton bareng keluarga besar nih. 
Sinopsis Film Flight 555 (2018) 

Film Flight 555 akan mengisahkan tentang pelarian diri seorang pria bernama Putu, yang terpaksa pasrah kabur dari Bali menuju Jakarta atas tak setujunya dalam cintanya, dimana saang ayah yang menunjukkan jodohnya. Tapi saat ini dia harus pulang ke Bali karena ayahnya sakit keras. Suasana Bandara ramai seperti biasa, dan tambah ramai dengan adanya Flight Komo 555 tujuan Jakarta ke Denpasar.



Disana seorang pria yang mengaku dirinya adalah wakil rakyat, ada RYAN D’MASIV, ada tiga orang yaitu 1 orang kakek dan 2 orang nenek yang mau bertualang, ada cewek thailand yang seksi, ada cowok Bule yang Indonesianis, Ada pria gendut dan anaknya yg gendut, Ada pasangan Jepang yang mesra, dikit-dikit selfie berdua, Ada pria kekar binaragawan dan 3 orang mahasiswa, Ada Cowok Piercing, ada juga dua orang pria yaitu cowok Papua dan Cowok Sunda dan Ada pula Pria Misterius yg memakai kacamata hitam, mengenakan jaket tebal di musim panas dan membawa Koran.



Ternyata cowok papua dan cowok sunda tersebut, ingin menguasai pesawat dan mereka ingin merubah tujuan pesawat untuk menuju ke Papua, ditambah lagi Pria Misterius yang juga memperkeruh suasana di dalam pesawat tersebut. Seperti apakah keseruan kisahnya? Saksikan hanya dibioskop kesayangan anda.



Baca Juga : Film The Greatest Showman (2017), Film Last Minute Romance (2017)

Detail Film Flight 555 (2018)

Genre Film: Drama, Comedy

Sutradara Film: Raymond Handaya

Penulis Naskah Skenario : Isman Hs, Raymond Handaya

Produser Film: Doeke Rachmat, Niken Septikasari

Rumah Produksi Film: Citra Visual Sinema

Distributor Film: -

Box Office Budget: -

Tanggal Rilis Film: 18 Januari 2018

Durasi Film: - Menit

Negara Asal Film: Indonesia

Bahasa Film: Indonesia




Film Drama Indonesiay "Kalam Kalam Langit" bercerita tentang kisah kearifan masyarakat yang berdasarkan naungan pesantren dan nilai nilai Islam yang kuat di wilayah Lombok Barat. Niat baik itu ditentang oleh ayahnya yang selalu memberi peringatan agar tidak memperjualbelikan kalam kalam Illahi demi mendapatkan popularitas di kawasan pesantren serta mendapatkan timbal balik berupa hadiah. Ja'far yang yang masih keci justru mendapatkan beasiswa dari sebuah produk yang ditawarkan pesantren.


Jafar kecil tumbuh hingga dewasa terus memperjuangkan cita cita dan cintanya. Ditengah tengah kehidupan pesantren dengan beragam karakter yang dimiliki oleh penghuninya. Santri pun juga manusia, ada saja manusia yang nyeleneh, tega menyuap untuk kepopularitasannya dan meggapai apa yang ia harapkan menjadi juara MTQ.

Review Film Kalam Kalam Langit (2016)

Film Religi Indonesia "Kalam alam Langit" merupakan film yang sangat menyentuh hati, dengan nilai religius yang terkandung didalamnya dapat membuat bagi siapa saja yang menontonnya dengan penuh khayat pasti bercucuran air mata. Perjuangan Ja'far demi meraih juara MTQ dilalui dengan banyaknya problematika masalah dan ada pihak pihak lain yang melakukan caar kotor demi meraih kemenangan.


Detail Cast and Crew Film Kalam Kalam Langit (2016)

Genre : Drama, Religi
Produser : Dian Permata Purnamasari, Asar Amar, Dhoni Ramadhan
Sutradara : Tarmizi Abka
Penulis Novel : Pipiet Senja
Penulis Skenario : Faozan Rizal
Pemain Film :

Elyzia Mulachela
Dimas Seto sebagai (Ja'far Dewasa)
Mathias Muchus sebagai (Ayah Ja'far)
Ibnu Jamil
Henidar Amroe
Herichan
Fauzan Smith
Meriza Febriani
Ade Firman Hakim

Tanggal Tayang : TBA 2016
Rumah Produksi : Putaar Films Production
MPAA : Bimbingan Orang Tua
Durasi : Menit
Language ; Indonesia
Negara : Indonesia

Image result for 3 Doa 3 Cinta.
Kisah filmnya berpusat pada tiga orang santri muda di sebuah pondok kecil di wilayah Bantul, Yogyakarta, yakni Huda (Saputra), Rian (Pratama), Syahid (Bagus). Mereka bertiga bersahabat baik serta memilikinya mimpi dan harapannya masing-masing. Huda ingin mencari ibundanya ke ibukota yang telah beberapa tahun meninggalkannya; Rian ingin melanjutkan usaha video syuting almarhum ayahnya; sementara Syahid dipusingkan dengan biaya pengobatan ayahnya yang tengah dirawat di rumah sakit. Ketiganya lalu menemukan jalannya masing-masing. Huda bertemu seorang penyanyi dangdut lokal bernama Dona Satelit (Sastrowardoyo) yang membantu mencarikan lokasi ibunya, Rian mendapat hadiah dari ibunya sebuah handycam yang ia gunakan untuk merekam keseharian mereka di pondokan, sementara Syahid yang frustasi dengan biaya pengobatan ayahnya memilih untuk bergabung bersama kelompok Islam radikal dengan skema besarnya.

Kisah filmnya sejak awal hingga akhir berjalan datar (menjemukan) tanpa adanya konflik yang berarti. Sineas tampak sekali hanya ingin menggambarkan keseharian para santri di pesantren namun tanpa adanya konflik yang menonjol menjadikan semua kisahnya menjadi serba tanggung. Tiga plot utamanya juga tidak mampu digali lebih dalam sehingga sulit untuk bersimpati dan berempati dengan tokoh-tokohnya. Masalah yang dihadapi Huda, Rian, dan Syahid dipaparkan begitu dangkal sehingga tidak memberi kesan bagi kita sebagai problem besar bagi mereka. Konflik cerita juga berjalan sendiri-sendiri, tidak berkaitan satu sama lain dengan eksekusi akhir yang terlalu mudah bahkan cenderung konyol. Tulisan (harapan) mereka di dinding belakang pesantren yang menjadi kunci plotnya juga tidak mendapatkan porsi yang memadai.

Konflik Syahid misalnya, sebenarnya berpotensi bisa digali lebih dalam namun informasi cerita dipaparkan begitu minim melalui beberapa adegan saja, yakni ayahnya yang sakit, “bule kafir” yang membeli tanah ayahnya, serta hubungan Syahid dengan kelompok Islam garis keras dengan skema besar yang tak jelas. Semuanya menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak mampu kita jawab. Syahid yang telah bulat tekadnya untuk mati syahid (mungkin niatnya meledakkan diri bersama si bule) mendadak sirna setelah semua biaya pengobatan ayahnya ditanggung si bule. Masak sih masalah hidup atau mati bisa ditinggalkan semudah ini, organisasi teroris macam apa ini? Lalu aneh sekali jika Syahid tidak mencari tahu siapa orang yang telah menolong ayahnya. Selesai masalah ayahnya, mendadak Romo kyai, Huda, Rian, serta Syahid ditangkap polisi dan dituduh sebagai teroris. Apa pula ini? Kenapa hanya mereka yang ditangkap? Siapa yang mau percaya jika polisi melakukan tindakan gegabah seperti ini tanpa penyelidikan selayaknya?

Sementara masalah-masalah lain yang muncul, seperti skandal hubungan sesama jenis, ambisi Dona, asmara putri pak kyai, dan lainnya juga hanya tampak sebagai tempelan (kadang dipaksakan) tanpa bisa menyatu dengan plot keseluruhan. Kisah asmara antara Huda dan Dona yang pastinya diharapkan penonton muncul ternyata hanya sebatas angin lalu. Seluruhnya masih menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab akibat motif serta logika cerita yang lemah.

Tidak kalah buruknya adalah pencapaian teknisnya. Satu aspek yang boleh dibilang paling buruk (kasar) adalah pencapaian editingnya. Penyisipan beberapa adegan/shot pada alur cerita yang tengah berjalan kerap tak jelas maksud dan fungsinya. Pada sebuah adegan mendadak disisipi shot ketika Dona menelpon rekannya di Jakarta untuk meminta mencarikan alamat ibunda Huda. Kenapa shot ini tidak disajikan lebih awal? Apakah ini berarti sebelumnya Dona memakai uang Huda untuk kepentingannya? Semua masih tak jelas. Pada satu adegan ketika Rian menonton layar tancap di pasar malam mendadak dipotong (crosscutting) secara kasar dengan shot pelecehan seksual seorang santri senior pada seorang santri muda. Coba apa hubungan dua shot ini? Sineas juga berulang-kali bereksperimen menggunakan teknik long take, seperti pada adegan di depan makam yang memperlihatkan empat karakter bergantian dalam satu shot. Sebuah usaha inovatif yang tampak janggal (out of tone) terlebih pada satu momen frame dibiarkan kosong beberapa saat. Coba apa bedanya jika digunakan transisi shot biasa?

Naskah yang lemah serta terlalu dangkal menjadi kunci utama kegagalan 3 Doa 3 Cinta. Naskah yang buruk juga turut memperlemah penampilan para pemainnya. Tiga pemain utamanya tampak jelas terlalu tua untuk peran mereka. Sang bintang, Dian Sastrowardoyo yang kali ini tampil beda hanya muncul sebagai pemanis belaka. Latar pondokan yang kecil dan sepi juga sama sekali tidak mampu menghadirkan suasana pesantren yang diharapkan. Pesan moral? Hhmm… Anda bisa beri komentar sendiri. Sungguh amat disayangkan mengingat para pemain serta kru yang terlibat dalam film ini adalah orang-orang yang dianggap telah mapan di industri film kita. Sebagai kata penutup, 3 Doa 3 Cinta rasanya lebih pantas dan banyak bermanfaat jika dipertontonkan (road show) untuk murid-murid pesantren tingkat dasar dan menengah. Sebagai pecinta film, penulis menganggap film ini adalah satu bentuk pembodohan penonton serta merendahkan medium film itu sendiri.
Image result for hijab 2015 movie
Kecuali Anin, tiga sahabat lain: Bia, Tata, dan Sari adalah perempuan bersuami dan berjilbab dengan gaya berbeda-beda. Bia yang bersuamikan artis dan designer memilih berjilbab fashion. Tata, isteri fotografer, menutupi rambutnya yang botak dengan turban. Sedangkan Sari yang bersuamikan Gamal, lelaki keturunan Arab kolot, membalut tubuhnya dengan jilbab syar’i. Anin memilih bebas: tidak berjilbab sekaligus tidak mau menikah. Seperti Anin, awalnya Bia, Tata dan Sari adalah perempuan mandiri. Setelah menikah, mereka menjadi isteri yang ‘Ikut Suami’. Akibatnya, Anin makin tidak mau menikah meski sudah punya pacar. Keempat perempuan itu sebetulnya berada dalam kondisi tidak berdaya dengan pilihannya. Saat arisan bersama, Gamal menyindir: ‘Semua arisan ibu-ibu sebetulnya arisan suami, karena duitnya dari suami’. Sebagai mantan aktifis perempuan, Tata tersinggung dan terusik. Tata kemudian mengajak sahabatnya untuk kembali menjadi perempuan yang ‘tidak ikut suami’. Tidak diduga Sari menyambut dengan semangat. Bia dan Anin jadi antusias. Akhirnya mereka secara diam-diam bekerja jualan fashion hijab secara daring. Bia desainernya, Sari yang mengelola keuangan, Tata dan Anin pemasarnya. Tidak diduga, bisnis mereka meningkat drastis dalam tiga bulan. Bahkan melebihi penghasilan suami mereka. Anin yang semula ragu dengan bisnis jilbab akhirnya mengakui bahwa fashion hijab adalah fenomena. Mereka berhasil membuktikan bahwa mereka bukan tipe perempuan ‘ikut suami’. Mereka mandiri dan kaya. Para suami merasa terancam, dan hubungan mereka diuji. ProduserHanung Bramantyo, Zaskia Adya Mecca, Haykal Kamil SutradaraHanung Bramantyo PenulisHanung Bramantyo, Rahabi Mandra PemeranCarissa Puteri, Zaskia Adya Mecca, Tika Bravani, Natasha Rizky, Nino Fernandez, Mike Lucock, Ananda Omesh, Dion Wiyoko, Delano Daniel, Lulung Mumtaza


Image result for Bulan Terbelah di Langit Amerika 2

SINOPSIS :
Tatkala Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasatya) berniat kembali ke Wina setelah menunaikan tugasnya, boss Hanum memberi misi baru yang hanya bisa dipecahkan oleh Hanum dan Rangga: menelusuri jejak harta karun misterius para pelaut Muslim Cina yang berlayar ke Amerika jauh sebelum Columbus.

Untuk itu Hanum dan Rangga harus terbang dari New York ke San Fransisco. Hanum pun meminta Azima Hussein (Rianti Cartwright) terlibat karena Azima memiliki sumber terpecaya untuk menemukan bukti-bukti tersebut. Tanpa mereka fahami, bahaya tengah mengincar dari pemburu harta karun.

Padahal di sisi lain, Azima dan anaknya, Sarah Hussein (Hailey Franco) tengah kalut menerima penolakan dari ibundanya (Ira Wibowo) yang belum bisa menerima keIslaman putrinya dan tidak menyadari ada rahasia dari fragmen kehidupannya.

Sementara itu, Stefan (Nino Fernandez) yang dihimpit masalah putus cinta dengan Jasmine (Hannah Al Rashid) yang tengah hamil, tertekan antara dua pilihan pahit yang harus diambil.

Perjalanan mencaru titik terang masing-masing membuat satu demi satu terpecah belah, hingga akhirnya menemukan makna setiap perjalanan tersebut dalam bingkai keajaiban Tuhan.



Nonton Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (2016) Film Subtitle Indonesia Streaming Movie Download

Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (2016)

Genre: Drama
Quality: Year: Duration: 100 MinView: 3,263 views
Hanum (Acha Septriasa) and Rangga (Abimana Aryasatya) intends to return to Vienna after performing their duties, but Hanum’s boss gives a new task: to trace the mysterious treasure of the Chinese Muslim mariner who sailed to America long before Columbus. That is why Hanum and Rangga fly to San Francisco. Hanum ask for help from Azima Hussein (Rianti Cartwright) because she has a reliable source to find the evidence. Without knowing it, the danger of treasure hunters is targeting them. On the other hand, Azima and her daughter, Sarah Hussein (Hailey Franco), is upset over the rejection of her mother (Ira Wibowo) who can not accept her daughter turn to Islam, and doe not realizes that there is a secret in part of her life. Meanwhile, Stefan (Nino Fernandez) is pressured by the breakup with Jasmine (Hannah Al Rashid) who is pregnant.
Cast:
Director:
Country:
Release:8 Dec 2016
Language:English
Sinopis Film Sang Pencerah
Muhammad Darwis (Ihsan Tarore) adalah pemuda di abad ke-19 Kauman, Yogyakarta, dan anak dari Kyai Abubakar, imam masjid dari daerah. Senang dengan campuran Islam dan mistisisme Jawa animisme, yang mengarah ke miskin pengeluaran Jawa jumlah uang yang terlalu tinggi pada upacara keagamaan, Darwis memutuskan untuk pergi pada haji ke Mekkah di Arab Saudi. Sementara di sana, ia belajar apa yang dianggapnya sebagai bentuk Islam yang sebenarnya selama periode lima tahun. 

Setelah kembali ke Yogyakarta, Darwis (sekarang dimainkan oleh Lukman Sardi) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan dan mulai memberitakan ajaran Islam bahwa doa harus datang hanya dari kedamaian batin dan tidak memerlukan hadiah besar atau korban. Konflik muncul segera antara Dahlan dan kyai lokal (tokoh agama), setelah ia menunjukkan bahwa arah di mana mereka berdoa adalah salah, tidak menunjuk ke Ka’bah di Mekah, namun ke Afrika. The kyai, terutama Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) menolak Dahlan sebagai pemimpin sekte dan memprovokasi kerumunan pengikut mereka sampai bangunan ini digunakan selain untuk rumah 

Dahlan untuk menghancurkan belajar doa. Dahlan terus berkhotbah dan mengajar, untuk membuka sekolah bagi masyarakat adat, mengajar Islam di sekolah Belanda-lari, dan membuka sebuah masjid kecil; Dia juga menikahi sepupunya, Siti Walidah. tindakannya, seperti memiliki murid-muridnya duduk di kursi bukannya tikar tradisional di lantai, yang mengarah ke Kamaludiningrat mengutuk 

Dahlan sebagai seorang kafir yang bekerja Westernalisasi dengan penduduk setempat. Meskipun oposisi terus Kamaludiningrat, Dahlan memerintah dan mempromosikan ajaran-ajarannya. Seiring dengan Walidah dan siswa Dirjo (Abdurrahman Arif), Fahrudin (Mario Irwinsyah) Hisyam (Dennis Adishwara) Sangidu (Ricky Perdana) dan Sudja (Giring Ganesha), ia mendirikan organisasi Muslim progresif Muhammadiyah, yang berkhotbah Islam tanpa pengaruh mistik Jawa. 

sinopsis film dalam trailer sang pencerah tahun 2011
 
Copyright © 2015 FILM INDONESIA